Thursday, May 20, 2010

Khitbahlah aku

.
0 comments

Ada yg bertanya padaku,apakah sudah di khitbah?

Aku rasa dia membuatku semakin berfikir banyak yg harus kupelajari, perbaiki dan sempurnakan. .

Karna aku ingin berusaha sempurna untuk suamiku, untuk anakku, utk orang tua suamiku dan untuk orang tuaku sendiri. .

Aku ingin ketika anakku bertanya tentang Tuhannya, aku dapat menjelaskannya. .

Aku ingin ketika anakku bertanya tentang bagaimana bumi ini tercipta, aku dapat menjelaskannya. .

Aku ingin ketika anakku bertanya tentang mengapa ada laki-laki dan mengapa ada perempuan, aku dapat menjelaskannya. .

Aku ingin ketika anakku bertanya mengapa ada dunia dan akhirat, aku ingin dia tahu. Aku ingin menjelaskannya, aku ingin dia mengerti, aku ingin dia pahami smua yg dia pertanyakan dan yg akan dia hadapi kelak ketika dia dewasa bahwa kehidupan ini seimbang. .


Aku ingin menjadi seorang istri dan ibu yg baik ya rabb. .

Jika aku siap, khitbahlah aku. Jika kau siap membimbingku, menuntunku dan takkan pernah lelah mengingatkanku dan inginkan aku utk menemanimu, khitbahlah aku. .


Ini cuma aku,mungkin insya Allah menjadi KITA. .

readmore »»

Friday, May 7, 2010

Sepotong Episode

.
2 comments

Satu kali. Tidak…
Dua kali. Juga bukan…
Tiga kali. Sepertinya bukan juga
Empat kali. Tepat. Empat kali.

Kali ini untuk yang ke-empat kalinya aku nyatakan aku Berhenti. Menyerah. Kalah.

Aku berhenti. Berhenti memikirkanmu di setiap ruang kosong dalam dimensi waktu. Berhenti merindukanmu lebih dari setetes air hujan yang turun membasahi kerontang bumi. Berhenti berharap dan berangan-angan sepenuhnya milikmu.

Aku menyerah. Menyerah untuk meyakinkan kamu bahwa aku selalu ada saat kamu terluka. Menyerah untuk mencoba mempersempit jarak ribuan kilometer hanya menjadi beberapa langkah saja. Menyerah untuk terus menghitungi waktu dan menantikan saat-saat kamu datang mewujud utuh.

Aku kalah. Kalah pada rasa lelah yang telah menjalar dalam aliran darah. Kalah pada luka sakitku untuk kemudian aku mati rasa. Kalah pada sikap dingin dan ketidakpedulianmu terhadap aku…

Yeah, kali ini untuk yang ke-empat kalinya. Dan aku mohon pada ALLOH, semoga pernyataan ini untuk yang terakhir kalinya. Aku harap tidak akan ada lagi kesempatan dan alasan untuk bisa berharap lagi kepadamu, lantas tidak akan ada pernyataan ke-lima, ke-enam, dan ke sekian kalinya.

Aku hanya ingin semua normal seperti sebelumnya. Terutama perasaanku terhadap kamu. Perasaan yang awalnya hadir begitu saja tanpa aku pinta, dimulai dengan rasa indah untuk kemudian semakin bertambah kuantitasnya dan beriringan dengan rasa sakit untuk terus hanya menyimpannya dalam hati. Begitupun ketika saatnya ia pergi, aku ingin ia lenyap begitu saja sebagaimana ia datang. Tentu saja tanpa meninggalkan memar dan luka yang lebih dalam.

Bukankah “cinta sejati itu menyembuhkan, dan bukannya justru menyakitkan”? *

Ya, kali ini aku akan memulai. Mulai untuk tidak peduli terhadap kamu. Mulai membereskan segala hal yang dapat mengingatkan aku tentang kamu. Mulai menata kembali perasaan yang tanpa kamu sadari telah kamu porak porandakan….

Toh, kenyataannya saat ini kamu pun mulai peduli terhadap dirimu sendiri, pada akademis, pada masa depan, pada cita-cita dan terutama pada perasaanmu sendiri. Tak ada lagi yang perlu aku khawatirkan tentang kamu.

...

Aku memintamu
Dalam ucap doa di sujud sepertiga malamku
Dalam titik-titik hujan yang mulai membasahi kerontang bumi
Dalam rasa haus dan lapar kala terik siang
Dalam lima kali waktu saat aku bersimpuh di hadapanNYA
Dalam lirih harap tiap saat kupejamkan mata dan beradu memori
Dalam butir air mata yang melarut bersama kerinduan
Dalam mimpi-mimpi menyapa kala malam datang
Dalam hati tiap kali kulihat kamu dari album fotoku...

Aku memintamu...
Sungguh aku meminta padaNYA,
aku meminta kamu....

***

aku merindukanmu....

masih merindukanmu...
seperti kemarin
minggu lalu
bulan lalu
empat bulan yang lalu
tepat empat bulan yang lalu,
sejak terakhir aku ucapkan salam kepadamu

terkadang aku merasa bodoh
mengapa aku masih saja bertahan menunggu kamu
terkadang aku juga merasa bahwa aku angkuh sekaligus lemah
aku berusaha mendikte Tuhan untuk memberikan aku: kamu...

rasa itu semakin waktu semakin terakumulasi
pekat
sesak
nyata
dan kali ini semuanya meluap...


kamu... disana...
baik-baik saja kan?!


*Sepenggal catatan seorang teman

readmore »»

Saturday, May 1, 2010

Sbuah Perenungan

.
2 comments

Ya ALLOH....


untuk sebuah rasa yang telah Engkau titipkan kepadaku hampir LIMA tahun yang lalu....

kali ini, aku kembalikan rasa itu utuh kembali kepadaMU

karena niscaya semuanya milikMU...

dan aku hanya Engkau uji...

aku tahu belum saatnya Kau izinkan ini yang terbaik seperti harapku...



Sebagaimana yang telah Engkau janjikan, Ya ALLOH...

"Laki-laki yang baik untuk perempuan yang baik"

Terlepas apakah aku sudah pantas disebut "baik" atau belum

Aku hanya memohon kepadaMU, limpahkan kepadaku kesabaran untuk menunggu saatnya Kau tepati janji-MU...



Dan luapkanlah kepadaku sebuah keikhlasan...

agar aku mampu berdamai dengan hatiku dan menata hidupku kembali....

palingkanlah hati, pikiran, dan anganku darinya Ya Rabb...

bila memang kini telah Kau tunjukkan kepadanya seseorang yang terbaik,

dan itu bukan aku....




Ampuni aku Ya ALLOH

bila selama ini aku berusaha mendikte Engkau

dalam isak tangis dan pengharapanku...

Kini aku percaya, Engkau-lah yang Maha Mengetahui apa-apa yang tidak aku ketahui...

"Bila saat ini kamu sedang menunggu seseorang untuk menjalani kehidupan menuju Ridho-NYA, maka bersabarlah dengan keindahan... Demi ALLOH dia tidak akan datang atas nama ketampanan, kecerdasan, dan kekayaan... Tetapi ALLOH-lah yang menggerakkan hatinya... Jangan tergesa-gesa untuk mengekspresikan cinta sebelum ALLOH mengizinkan, karena belum tentu yang kamu cintai itu adalah yang terbaik menurut ALLOH. Siapakah yang lebih mengetahui melainkan ALLOH?! Maka simpan segala bentuk ungkap cinta dan derap hati rapat-rapat, biar ALLOH yang akan menjawab itu semua dengan lebih indah di saat yang tepat..."

Biar ALLOH yang menjawab itu semua dengan JAUH lebih indah disaat yang tepat...

DI SAAT YANG TEPAT...


Sbuah Catatan kecil dari seorang teman yang akhirnya membuatku tersadar bahwa sesungguhnya Allah akan menjawab doa-doaku di saat yang tepat. . .
ALLAHUMMAGFIRLII. . .



Sumber : http://www.facebook.com/notes.php?id=1495124823

readmore »»
 

-Search-